Setiap orang memiliki jalan hidup masing-masing, dan
tentunya mereka memulainya dengan jalan cara masing-masing, dan semua itu hanya untuk satu tujuan, dan
tujuan itu adalah “MIMPI”. Setiap orang berhak bermimpi, meskipun kadang mimpi
itu tidak sesuai dengan keadaan. Mimpi yang kadang bertolak belakang dengan
kehidupan yang kita rasakan. Namun tak jarang ada yang takut bermimpi hanya
karena keadaan ekonomi. Dan malah mengubur mimpi mereka yang telah lama mereka
kejar.
Banyak faktor yang membuat seseorang takut bermimpi atau
lebih buruknya lagi “berhenti” bermimpi, salah satu faktornya adalah
kemiskinan, bahkan aku mulai merasakannya, keadaan ekonomi yang terasa sulit
mulai aku alami, aku yang dulunya selalu berani bermimpi sekarang semua terasa
redup, redup oleh keadaan yang tak kunjung membaik. Dulu setiap kali guru
bertanya aku selalu mengatakan bahwa aku sangat ingin menjadi nahkoda kapal
pesiar. Namun sekarang jangankan menjadi nahkoda, keluar dari masalah yang tak
begitu besar ini sangat sulit ku selesaikan.
Namun setiap kali mimpi ini redup, diri ini selalu berkata, “kau tak perlu berhenti bermimpi, mungkin
keadaan mu detik ini tidak mendukung semua mimpi-mu, namun kau harus yakin
bahwa semua mimpi itu bisa kau raih, jika kau menyerah dengan keadaan kau tak
lebih buruk daripada seorang pecundang”
Memang benar adanya, bahwa jika aku berhenti bermimpi, aku hanya akan menjadi pecundang, pecundang
yang akan menyesali pilihanya untuk berhenti bermimpi, apalagi masalah yang aku
hadapi tidak begitu rumit, aku hanya belum mendapat pekerjaan, tapi aku masih beruntung, masih ada teman yang
mau menampungku, setidaknya aku tak
perlu pusing masalah makan ku.
Oh iya, aku lupa kalau aku belum memperkenalkan diriku,
kalau kata orang
“tak kenal maka tak
sayang”
“tak sayang maka tak
cinta”
“tapi sudah tak kenal
masih tak cinta”
Maka dari itu dari lubuk hati yang tak begitu dalam, aku
perkenalkan namaku: namaku bento, rumah ESTate’,
mobilku banyak harta berlimpah *bento-iwan fals. :D just kidding.
Namaku adalah Fu’ad, aku berasal dari sumatera barat,
tepatnya di pinggiran danau singkarak, untuk umur aku masih tergolong muda
yakni 18 tahun, aku adalah lulusan SMK jurusan Pelayaran, meskipun aku lulusan
sekolah pelayaran, badanku tak begitu besar, bahkan bisa dibilang kurus, waktu
smk aku sangat berharap bisa melanjutkan pendidikan-ku di sekolah tinggi
pelayaran, waktu itu aku benar-benar yakin bahwa lulus smk aku pasti bisa
melanjutkan pendidikanku, tapi nyatanya biaya pendidikan di sekolah pelayaran
tidak murah, padahal aku sangat berharap bisa melanjutkan sekolahku, tapi
meskipun aku belum mampu untuk melanjutkan pendidikan, aku masih bisa bekerja dan menabung hasil kerja-ku.
Aku tak pikir panjang, setelah lulus aku-pun meminta izin
orang tua untuk diperbolehkan merantau ke pulau jawa. Beberapa hari setelah itu
orang tua ku membelikan tiket bus ke Jakarta, kebetulan disana ada kerabat yang
memiliki usaha dan membutuhkan karyawan. Dan dari sinilah semuanya dimulai.
No comments:
Post a Comment